Seperti gigi, periksa mata juga harus rutin
Seperti gigi, periksa mata juga harus rutin

Seperti gigi, periksa mata juga harus rutin

Seperti gigi, periksa mata juga harus rutin Jakarta (ANTARA) – Sama seperti anjuran dokter gigi untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut setidaknya enam bulan sekali, kondisi mata juga sebaiknya dicek secara rutin. Sebab, ada gangguan pada mata yang terjadi tanpa disadari karena tidak bergejala, seperti mata kering.
“Yang punya gejala mata kering hanya 40 persen, sisanya tidak bergejala. Mereka tidak sadar, untuk mengetahuinya harus ditemukan oleh dokter mata. Sebaiknya setiap enam bulan sekali periksa ke dokter mata,” kata spesialis mata dr. Damara Andalia, Sp.M di webinar Combiphar, Rabu.
Mata kering adalah penyakit yang sering ditemui dan bisa dipicu oleh berbagai faktor. Penyakit ini terjadi ketika produksi dan kualitas air mata yang bersifat sebagai pelumas menurun, bila tidak diatasi dapat menimbulkan komplikasi luka terbuka pada lapisan luar pelindung mata alias kornea.
Baca juga: Seberapa rutin kita harus periksa mata ke dokter?
Menurut Damara, kadang kala mata kering yang tidak bergejala baru ditemukan ketika pasien sedang melakukan pemeriksaan tubuh secara menyeluruh.
Sindrom mata kering sering terjadi pada orang-orang di atas usia 50 tahun, terutama perempuan pasca menopause. Namun, tidak menutup kemungkinan mata kering juga dialami oleh mereka yang usianya lebih muda.
“Jika ditemukan sejak awal, terapinya juga akan lebih mudah,” kata Damara.
Setiap orang bisa mewaspadai sindrom mata kering dengan mengenali gejala subjektif yang dirasakan sendiri, seperti rasa tidak nyaman pada mata, terasa berpasir, lengket dan kemerahan.
Bila merasakan gejala tersebut, coba ubah gaya hidup yang bisa memicu sindrom mata kering seperti mengurangi paparan layar gawai terlalu lama atau terpapar pendingin udara secara langsung dalam waktu lama. Selanjutnya, temui dokter untuk mendapatkan penilaian objektif.
“Nanti diperiksa lebih komprehensif untuk memastikan apakah betul mata kering atau sindrom ringan, atau masuk penyakit berat,” katanya.
Dokter akan memeriksa apakah ada abnormalitas pada air mata, yakni dari penguapan air mata, volume air mata, kekentalan air mata dan analisis kelenjar minyak air mata.
Baca juga: Sakit kepala saat menatap layar komputer pertanda mata lelah
Baca juga: Mengenal sindrom mata kering yang mengintai selama WFH
Baca juga: Fitur kesehatan mata pengaruhi keputusan beli laptop

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *